Oleh: efanmanaloe | 13 April 2011

kuansing… ohh kuansing

TELUKKUANTAN (RP) – Tegang dan mencekam. Begitulah situasi Kecamatan Kuantan Tengah, Telukkuantan Kabupaten Kuantan Singingi, kemarin (11/4). Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara di Pemilukada Kuansing, diwarnai kerusuhan.

Situasi mencekam terjadi sejak pukul 11.30 WIB. Sembilanratusan warga yang berkumpul di luar Kantor KPU marah dan melempari tempat berlangsungnya Pleno Perhitungan Suara KPU.

Saat dibubarkan paksa dengan peluru karet dan gas air mata oleh petugas kepolisian, warga malah meluapkan kemarahan dengan membakar dua pos retribusi Dishub di terminal Telukkuantan serta merusak satu pos lainnya, me-molotov rumah Ketua KPUD.

Di bagian lain, partai laga PSPS di Stadion Sport Center juga dibatalkan menyusul tak keluarnya izin pertandingan dari Polres Kuansing. Ini karena personel Polres terpusat mengamankan kerusuhan dan rapat pleno.

Sebelum kerusuhan meletus, rapat pleno KPU dibuka Ketua KPU Kuansing, Firdaus Oemar SH, bersama empat anggota KPU Kuansing lainnya, yakni Dedi Erianto SSos, Drs H Syahrudin, Ir H Afriyon Munaf MT, Hanum Masnah, dimulai sekitar pukul 09.35 WIB.

Turut hadir Kapolres Kuansing AKBP Ristiawan Bulkaini SH, Ketua DPRD Kuansing Muslim SSos, Ketua Panwaslukada Kuansing Ahdanan Saleh SAg MPd bersama anggota serta ketua dan anggota PPK dari 12 kecamatan serta saksi pasangan calon urut satu Sukarmis-Zulkifli (Su-Zuki) Masdar. Sementara pasangan calon urut 2, Mursini-Gumpita tak mengirim utusan saksinya.

Suasana panas mulai terjadi di luar kantor KPU yang ada persis di pinggir pagar Lapangan Limuno Telukkuantan. Puluhan massa mulai berdatangan untuk mendengar berlangsungnya pelaksanaan rapat pleno KPU.

Mereka dijaga ketat pasukan Polres Kuansing dan Brimob Polda Riau dengan senjata laras panjang, tameng anti huru hara, serta mobil water canon. Massa, hanya berdiri di dalam pagar Lapangan Limuno. Di pintu pagar yang berhadapan langsung dengan rumah dinas jabatan bupati dan kantor KPU Kuansing, diberi pagar jeruji kawat.

Sekitar satu jam setengah kemudian, sekitar pukul 11.25 WIB, massa yang datang entah dari mana, lama-kelamaan makin banyak berkumpul. Massa meneriaki KPU yang tengah melaksanakan rapat pleno.

Suasana antara massa yang terus berdatangan makin panas. Mereka berbatah-bantah dengan aparat kepolisian yang bertugas mengamankan.

Riau Pos yang ada dalam aula kantor KPU yang tengah melaksanakan rapat pleno, tak lama kemudian, melihat lemparan batu besar dan kecil bahkan ada yang sebesar kepalan tangan orang dewasa dilayangkan ke kantor KPU Kuansing. Lemparan batu itu mengenai dinding dan atap kantor KPU yang terdengar berdentum-dentam.

Kondisi ini membuat suasana rapat pleno di dalam gedung berlangsung tegang. Kapolres Kuansing dan anggota Brimob tetap minta pleno terus dilaksanakan. Kapolres pun tak lama kemudian keluar ruang melihat situasi.

Tak lama setelah itu, terdengar suara dentuman senjata gas air mata dan tembakan ke kerumunan massa yang mulai panas.

Massa pun kocar-kacir berhamburan menyelamatkan diri. Tak lama kemudian, dari luar halaman kantor KPU terlihat kepulan asap. yang berasal dari tiga pos Dishub Kuansing di terminal Telukkuantan yang dibakar massa sambil meninggalkan lokasi.

Massa langsung berpencar meninggalkan lokasi terminal. Tapi dari informasi pihak kepolisian, rumah Ketua KPU Kuansing Firdaus Oemar SH dimolotov. Untungnya aparat kepolisian Polres dan Brimob Polda Riau cepat mengantisipasi. Sehingga rumah di ruas jalan simpang empat PLN itu tak sempat hangus terbakar seluruhnya.

Dari pengamatan Riau Pos, api sempat memakan pintu depan rumah Ketua KPU. Saat Riau Pos masih di rumah Ketua KPU, sebuah rumah ibadah di kawasan Jao persis di belakang kantor PT Telkom Telukkuantan, Kelurahan Simpang Tiga dibakar massa yang sudah emosi. Selain itu terlihat juga pengunjuk rasa merusak rumah Sekretaris Tim Sukarmis dan Zulkifli, Masdar sekitar pukul 16.00 WIB.

Selanjutnya, dari penelusuran Riau Pos dari Telukkuantan menuju ke arah hilir, suasana terlihat aman, seperti di Sentajo, Benai dan Pangean hingga Cerenti.

Hingga pukul 21.30 WIB, polisi masih menjaga ketat kantor KPU dan rumah Ketua KPU. Ruas jalan menuju kantor KPU masih terpasang portal jalan dan pagar kawat berduri. Suasana masih terlihat mencekam. Ruko-Ruko dan mini market yang biasanya buka, malam tadi tutup seluruhnya.

Kepala Polisi Resort Kuansing AKBP Ristiawan Bulkhaini menyesalkan aksi warga yang anarkis sehingga berakibat terhadap kerusakan sejumlah bangunan.

‘’Sungguh ini tindakan yang merusak hubungan bermasyarakat,’’ ujar Ristiawan. Terkait sejumlah aksi anarkis, pihaknya mengamankan sejumlah pelaku pengunjuk rasa yang diduga terlibat aksi ini. ‘’Bagi yang sudah menjalar ke ranah hukum, tentunya akan kita tindak lanjuti,’’ katanya.

Polres Pakai Peluru Karet
Ristiawan menepis adanya korban dari tembakan yang dilakukan aparat kepolisian mengusir kerumunan massa. ‘’Tidak ada korban, karena kita hanya menggunakan peluru karet,’’ bebernya.

Dalam membubarkan massa, polisi menggunakan gas air mata dan menembakkan peluru karet untuk mengusir massa agar tak berbuat anarkis lebih jauh dalam rapat pleno KPU.

Bahkan, dalam aksi itu, beberapa anggota kepolisian cedera terkena lemparan batu dari massa. Sementara, menurut saksi mata, setidaknya dua warga terluka terkena peluru karet dan empat sempat digiring pihak kepolisian. Ristiawan menegaskan, polisi menjaga ketat kantor KPU dan rumah Ketua KPU.

Datangkan Dua SSK Brimob Polda Sumbar
Untuk mengamankan kerusuhan, Polres Kuansing dibantu 1 SSK dari Satuan Brimobda Riau. Sebanyak 1 SSK sudah tiba di Kuansing disusul dari Dit Sabhara 60 personel dan Polres Inhu 50 personel. Bahkan malam tadi, bantuan dua SSK personel Sat Brimobda Polda Sumbar juga tiba di Kuansing untuk membantu Polda Riau.

Dua satuan setingkat kompi (SSK) Brimob dari Polda Sumatera Barat ikut mengamankan. Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husein yang turun langsung ke Kuansing bahkan mengatakan polisi minta bantuan pendukung pasangan partai ikut mengamankan situasi dan bukan menambah kerusuhan.

‘’Saat ini situasi sudah terkendali. Anggota yang terluka 1 orang kena batu saat massa melempar kantor KPUD. Bantuan personel Satuan Brimobda Riau 1 SSK sudah tiba di Kuansing disusul Dit Sabhara 60 personel dan Polres Inhu 50 personel. Bantuan personel dari Sat Brimobda Sumbar 2 SSK malam ini juga tiba di Kuansing untuk membantu Polda Riau,’’ ujar Kapolda.

Semua Pihak Cooling Down
Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyesalkan terjadinya tindakan anarkis sekelompok massa terkait Pemilukada di Kuansing.

‘’Diharapkan semua pihak dapat menahan diri, terkait terjadinya pembakaran rumah ibadah, tindakan itu dilakukan bukan dipicu isu SARA tetapi terkait Pemilukada. Kerukunan hidup beragama di Riau khususnya Kuansing sangat harmonis, selama ini tidak pernah terjadi gesekan antar kelompok agama,’’ ujar Gubri seperti yang disampaikan Kepala Biro Humas Setdaprov Riau Chairul Riski.

Kerusuhan juga amat disayangkan tokoh masyarakat Riau asal Kuansing, Abbas Jamil. Menurut dia, seharusnya hal itu tak perlu terjadi karena menimbulkan kerugian masyarakat.

‘’Saya mengimbau semua pihak cooling down dan menahan diri untuk tidak melakukan tindakan anarkis,’’ kata Abbas.

Kata Abbas, atas kejadian di Kuansing ini, tokoh masyarakat Kuansing di Pekanbaru yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS), Selasa (12/4) ini akan rapat membahas kejadian itu di gedung FKPMR di Pekanbaru. Dari rapat ini akan dihasilkan solusi yang disampaikan pada yang bersangkutan untuk bisa mencari solusi terbaik demi kemajuan Kuansing.

‘’Semua persoalan itu dapat diselesaikan dengan kekeluargaan dan musyawarah. Jika masih kurang berkenan bisa menempuh jalur hukum,’’ ujarnya.

Hasil Pleno Su-Zuki Unggul
Di bagian lain, rapat pleno terus berlangsung. Berdasar rapat pleno perhitungan perolehan suara Pemilukada Kuansing kemarin mengesahkan dan menetapkan perolehan suara di 11 kecamatan. Pasangan H Sukarmis-H Zulkifli (Su-Zuki) menang di 7 kecamatan.

Yakni Cerenti, Logas Tanah Darat, Benai, Kuantan Tengah, Hulu Kuantan, Singingi dan Singingi Hilir dengan total perolehan suara 75.084. Pasangan H Mursini dan Gumpita (MdG) menang di 4 kecamatan. Yakni Gunung Toar, Inuman, Pangean, dan Kuantan Hilir dengan total perolehan 60.557 suara.

Hasil pleno, Su-zuki di Hulu Kuantan 2.426, Kuantan Tengah 14.463, Benai 9.746, Logas Tanah Darat 7.477, Cerenti 4.075, Singingi 10.099 dan Singingi Hilir 10.942. Perolehan suara Mursini-Gumpita di kecamatan di atas, berturut-turut adalah, 1.989, 13.509, 9.136, 2.530, 3.257, 3.517 dan 4.111.

Mursini-Gumpita menang di empat kecamatan yakni Gunung Toar, Pangean, Kuantan Hilir dan Inuman dengan perolehan suara, berturut-turut, 6.212, 5.111, 7.465 dan 3.720. Sedang Su-Zuki meraih 1.412, 4.534, 6.749 dan 3.161.

Khusus Kecamatan Kuantan Mudik, menunggu hasil pemungutan suara ulang di Desa Pantai dan setelah itu baru bisa dilaksanakan pleno rekapitulasi perolehaan suara calon untuk Kecamatan Kuantan Mudik.

Ketua KPUD Kuansing Firdaus Oemar SH mengatakan, rapat pleno ini hanya untuk 11 kecamatan dan segera menyusul pleno untuk Kecamatan Kuantan Mudik, setelah itu baru kita usulkan pemenang Pemilukada Kuansing 2011.

Mengingat sesuai aturan, paling lambat tiga hari setelah pencoblosan, pihak KPUD harus pleno.

‘’Kami melaksanakan sesuai aturan dan tahapan Pemilukada dan kami di KPU merasa sudah bekerja sesuai aturan. Kalau merasa kurang senang atau ada komplain, sampaikan ke MK. Kita belum menetapkan, siapa pemenang Pemilukada Kuansing, tapi yang pleno di 11 kecamatan sudah kita lakukan, tinggal Kuantan Mudik lagi,’’ kata Firdaus. Terkait pelanggaran Pemilukada, tentu ada yang diurus KPU dan Panwas.

Terkait hasil pleno KPU, Sekretaris Tim Sukarmis-Zulkifli Masdar mengaku senang. ‘’Alhamdulillah, kami puas dengan hasil ini, semoga kita dapat memahami ini dan tak boleh saling memanas-manasi karena kita bersaudara,’’ ujarnya.

Sekretaris Tim Mursini-Gumpita, H Chaidir Arifin belum bisa menerima hasil rapat pleno karena masih ada 1 kecamatan lagi yang belum. ‘’Seharusnya KPUD pleno bila seluruh kecamatan sudah selesai pleno,’’ katanya. Pihaknya akan membuat laporan tuntutan ke MK terkait sejumlah pelanggaran.

Panitia Pengawas Pemilukada Kuansing H Ahdanan Saleh SAg MPd mengatakan, pleno KPUD bisa dilanjutkan, tapi terkait sejumlah pelanggaran yang dilakukan masing-masing calon bisa ditindaklanjuti setelah ini.

Rencana pemungutan suara ulang di Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, Selasa (12/4) hari ini terpaksa ditunda, karena alasan keamanan yang sangat memungkinkan terjadinya tindakan anarkis. Kepastian ini disampaikan Ketua KPUD Firdaus Oemar SH.

Gugatan ke MK
Tim Pemenangan Mursini MSi-Gumpita menolak hasil rapat pleno dan akan melanjutkan proses hukum dan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Sekretaris Tim Pemenangan pasangan H Mursini-Gumpita, Drs H Chaidir Arifin didampingi Drs H Suhardiman Amby Datuk Panglimo Dalam serta beberapa anggota tim lainnya, pihaknya memang tak mengutus saksi dalam pleno. Ini menurutnya sebagai bentuk penolakan dari tim Mursini-Gumpita terhadap pelaksanaan rapat pleno itu sendiri. Seharusnya, menurut Chaidir, KPU Kuansing menuntaskan lebih dulu rapat pleno di kecamatan.

Suhardiman Amby menyebutkan, kini pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti yang banyak ditemukan dalam pelaksanaan Pemilukada Kuansing, untuk dilaporkan ke MK. ‘’Kita segera melayangkan gugatan ke MK,’’ bebernya.

Chaidir Arifin maupun Suhardiman Amby meluruskan adanya tudingan yang menyebutkan kalau massa tersebut adalah pasangan mereka. ‘’Itu aksi gerakan moral masyarakat dan bukan kita,’’ tegasnya.(tim)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: